Ini bukanlah hal baru dan tidaklah terlalu unik, tetapi analogi membuat kue ini sangat sesuai bila digunakan saat mengajarkan stoikiometri:
Jika seorang ibu akan membuat sebuah kue, tentu harus membuatnya dengan perbandingan yang tepat sesuai dengan resep, sehingga diperoleh kue dengan rasa yang enak. Apa jadinya jika membuatnya tanpa ukuran atau takaran perbandingan yang tepat, puih rasanya pasti tidak enak!
Lalu dari mana resep-perbandingan takaran itu didapat, biasanya sih dari berbagai uji coba dan pengamatan untuk menghasailkan kue yang enak. Nah akhirnya ditemukan kepastian tentang pebandingan takaran antara bahan yang satu dengan bahan yang lain.
Analogi ini akan sangat menolong ketika kita membahas masalah pereaksi pembatas.
Misalnya dari resep dituliskan bahwa untuk membuat sebuah kue diperlukan 2 cangkir tepung dan 1 cangkir gula. Nah ketika anda mendapati di dapur ternyata tersedia 6 cangkir tepung dan 4 cangkir gula… berapa kue yang dapat anda buat? Dan manakah bahan apa yang akan tersisa dan berapakah sisanya?
Dan…bagaimana jika ternyata di dapur tersedia 5 ons tepung dan 3 ons gula…
Siswa biasanya tidak kesulitan jika diberikan penjelasan dengan analogi seperti ini (mungkin karena menyangkut saol makan), dan mereka biasanya dapat dengan mudah mengaplikasikannya dalam bahasan stoikiometri dan mol (dan grams).
Analogi lain yang serupa dengan ini masih bisa kita ambil dari kehidupan keseharian, sehingga konsep kimia bisa diterima dengan mudah oleh siswa.
Diadaptasi dari CHEMED-L
ihhh wAoww kErEn bGt
Oleh: CiTrA on Juni 6, 2008
at 12:02 pm